Latihan Teknik Kompilasi Esay

 Dalam teknik kompilasi, pengurai (parser) memiliki peran penting dalam mengatasi kesalahan sintaksis dalam kode program. Berikut adalah empat strategi umum yang digunakan untuk pemulihan kesalahan sintaksis:

1. Strategi Pemulihan dengan Pemotongan (Cut-off Strategy):

  Strategi ini melibatkan pemotongan (cut-off) bagian kode yang salah sintaksis dan melanjutkan proses penguraian dari titik yang valid. Pengurai akan mengabaikan bagian kode yang tidak valid dan mencoba meneruskan proses kompilasi dengan harapan menemukan struktur sintaksis yang benar. Namun, strategi ini mungkin menghasilkan banyak kesalahan yang berantai jika terdapat lebih dari satu kesalahan sintaksis dalam kode.

2. Strategi Pemulihan dengan Penyisipan (Insertion Strategy):

   Strategi ini melibatkan penyisipan token atau simbol tertentu ke dalam kode yang salah sintaksis untuk mencoba memperbaikinya. Pengurai akan mencoba menyisipkan token atau simbol yang hilang atau tidak tepat pada posisi yang dianggap benar. Dengan harapan setelah penyisipan, struktur sintaksis yang valid dapat ditemukan. Namun, strategi ini juga memiliki risiko menghasilkan interpretasi yang salah jika penyisipan token tidak tepat.

3. Strategi Pemulihan dengan Penggantian (Replacement Strategy):

   Strategi ini melibatkan penggantian token atau simbol yang salah dengan token atau simbol lain yang dianggap tepat. Pengurai akan mencoba menggantikan token yang salah dengan token yang dapat membentuk struktur sintaksis yang valid. Namun, strategi ini juga dapat menghasilkan interpretasi yang salah jika penggantian token tidak tepat atau tidak sesuai dengan maksud pengguna.

4. Strategi Pemulihan dengan Penghilangan (Deletion Strategy):

   Strategi ini melibatkan penghilangan token atau simbol yang salah dari kode. Pengurai akan mencoba menghapus token yang tidak tepat untuk menciptakan struktur sintaksis yang benar. Namun, seperti halnya strategi pemulihan lainnya, risiko interpretasi yang salah masih ada jika token yang dihapus secara tidak tepat.


    Pilihan strategi pemulihan kesalahan sintaksis dapat bervariasi tergantung pada implementasi pengurai yang digunakan dan bahasa pemrograman yang sedang dikompilasi. Strategi-strategi di atas digunakan untuk mencoba memperbaiki kode yang salah sintaksis sehingga kompilasi dapat melanjutkan prosesnya dengan minimal gangguan.

Dalam konteks pengiriman parameter, terdapat beberapa metode yang umum digunakan. Berikut adalah beberapa metode tersebut beserta penjelasan dan studi kasus yang relevan:

1. Query String:

   Metode ini melibatkan penambahan parameter ke URL sebagai query string. Parameter ditambahkan setelah tanda tanya (?) dan dipisahkan dengan tanda ampersand (&). Contoh: `http://www.example.com/page?param1=value1&param2=value2`

Studi Kasus: Misalkan Anda memiliki aplikasi web e-commerce yang membutuhkan filter produk berdasarkan kategori dan harga. Anda dapat mengirim parameter kategori dan harga melalui query string saat pengguna memilih opsi filter pada halaman produk. Contohnya, `http://www.example.com/products?category=electronics&price=1000`.

2. HTTP POST Data:

   Metode ini melibatkan pengiriman parameter melalui body permintaan HTTP POST. Data dikirim sebagai bagian dari permintaan HTTP, biasanya dalam format seperti `application/x-www-form-urlencoded` atau `multipart/form-data`.

Studi Kasus: Misalkan Anda memiliki formulir pendaftaran pengguna. Ketika pengguna mengisi formulir dan mengirimkan data, parameter seperti nama, alamat, dan email akan dikirim melalui HTTP POST data ke server.

3. HTTP Header:

   Beberapa parameter dapat dikirim melalui header permintaan HTTP. Header HTTP mengirim informasi tambahan tentang permintaan atau respons, seperti `Content-Type`, `Authorization`, atau kustom header.

Studi Kasus: Dalam pengembangan API, Anda mungkin perlu mengirimkan token otentikasi sebagai parameter dalam header permintaan HTTP. Token ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi pengguna yang melakukan permintaan ke API.

4. Path Parameter:

   Metode ini melibatkan pengiriman parameter sebagai bagian dari path URL. Parameter ditempatkan di antara tanda slash (/) pada path.

Studi Kasus: Misalkan Anda memiliki aplikasi blog dengan rute seperti `http://www.example.com/posts/{id}`. Di sini, `{id}` adalah parameter yang mewakili ID unik dari sebuah posting. Dengan menggunakan path parameter, Anda dapat mengakses posting dengan ID tertentu dengan URL seperti `http://www.example.com/posts/123`.

5. Request Body:

   Metode ini melibatkan pengiriman parameter sebagai bagian dari body permintaan HTTP. Data dikirim dalam format yang ditentukan, seperti JSON atau XML.

Studi Kasus: Dalam pengembangan API yang kompleks, terkadang Anda perlu mengirimkan data yang lebih kompleks atau terstruktur. Misalnya, dalam sistem manajemen tugas, Anda dapat mengirim parameter dalam body permintaan HTTP dalam format JSON, seperti `{ "title": "Task Title", "description": "Task Description" }`.

Setiap metode pengiriman parameter memiliki kegunaan yang berbeda tergantung pada kebutuhan aplikasi Anda. Pemilihan metode yang tepat tergantung pada jenis data yang ingin dikirim, keamanan, kompleksitas permintaan, dan kepatuhan protokol yang digunakan.

Komentar